“Satu Abad Berkat dan Keteladanan”: Pemerintah Desa Talawaan Gelar Perayaan Monumental HUT ke-100 Oma Antje Sumampouw


MINAHASA UTARA — Pemerintah Desa Talawaan menorehkan momentum sosial dan spiritual yang sarat makna dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 Oma Antje Sumampouw, sebuah peristiwa langka yang tidak hanya menjadi pesta keluarga, tetapi juga menjelma sebagai panggung penghormatan terhadap nilai luhur, keteladanan hidup, serta penguatan harmoni masyarakat desa lintas generasi.

Di bawah kepemimpinan Hukum Tua Recky Somampouw, Pemerintah Desa Talawaan tampil sebagai motor penggerak dalam menghadirkan perayaan yang penuh khidmat, tertib, dan bermartabat. Momentum satu abad kehidupan tersebut dikemas dalam nuansa adat, kekeluargaan, dan spiritualitas yang menggambarkan kokohnya fondasi sosial masyarakat Talawaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan keliling Desa Talawaan yang berlangsung penuh sukacita dan penghormatan. Prosesi tersebut menjadi simbol penghargaan atas perjalanan panjang kehidupan Oma Antje Sumampouw yang dinilai telah menjadi figur keteladanan, penjaga nilai keluarga, serta saksi hidup perjalanan generasi di desa tersebut.

Atmosfer haru dan syukur semakin terasa ketika seluruh rangkaian acara dilanjutkan dengan ibadah syukur bersama di GPdI Viktori Talawaan. Kehadiran jemaat, tokoh masyarakat, keluarga besar, hingga unsur pemerintah desa mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan budaya penghormatan terhadap orang tua yang masih terjaga di tengah arus modernisasi.Firman Tuhan dalam ibadah disampaikan oleh Pendeta Jhon Awuy selaku Majelis Daerah GPdI, dengan dasar pembacaan dari Mazmur Pasal 100. Dalam khotbahnya, Pendeta Awuy menegaskan bahwa usia satu abad bukan sekadar angka biologis, melainkan manifestasi nyata kasih karunia dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan manusia.

“Mazmur 100 mengajarkan kita untuk datang kepada Tuhan dengan sorak-sorai dan ucapan syukur. Usia 100 tahun adalah bukti nyata kemurahan dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan,” ungkap Pendeta Jhon Awuy di hadapan jemaat.

Pesan spiritual tersebut menjadi refleksi mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir, bahwa penghormatan kepada orang tua dan para lanjut usia merupakan bagian penting dari pembangunan karakter, moral, dan peradaban masyarakat.

Pemerintah Desa Talawaan menilai perayaan HUT ke-100 Oma Antje Sumampouw bukan hanya seremoni seremonial semata, melainkan representasi dari komitmen sosial dalam menjaga nilai kekeluargaan, penghormatan terhadap orang tua, serta pelestarian budaya gotong royong dan kehidupan religius di tengah masyarakat.

Hukum Tua Recky Somampouw menegaskan bahwa momentum syukur satu abad ini menjadi pengingat moral bagi seluruh generasi agar tidak kehilangan akar budaya dan nilai penghormatan kepada orang tua sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, keteladanan hidup yang tercermin dalam perjalanan Oma Antje Sumampouw merupakan warisan sosial yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan beriman.

Perayaan berlangsung penuh sukacita, diwarnai doa, pujian, serta kebersamaan masyarakat yang larut dalam suasana haru dan syukur. Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa Desa Talawaan tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga terus memperkuat infrastruktur sosial, budaya, dan spiritual masyarakatnya.

Dalam balutan kesederhanaan namun penuh makna, perayaan satu abad Oma Antje Sumampouw menjelma menjadi panggung penghormatan terhadap kehidupan, keteguhan iman, serta nilai-nilai kemanusiaan yang tetap hidup dan terpelihara di tengah masyarakat Talawaan.

☆lpks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *